SuperGrosir.com
← Semua artikel

Harga & margin

Cara menghitung harga pokok saat belanja grosir

24 September 2026 · SuperGrosir

Banyak pembeli grosir menganggap harga di faktur sebagai modal. Padahal biaya sebenarnya muncul setelah itu: ongkos kirim yang harus dibagi per unit, barang yang susut, dan uang yang tertahan di stok. Kalau tiga hal ini tidak dihitung, margin yang kelihatan 20% bisa habis tanpa disadari.

1. Mulai dari harga per unit, bukan harga total

Harga total pesanan mudah membuat kita merasa “beli banyak jadi murah”. Yang menentukan untung adalah harga per unit setelah semua biaya. Contoh sederhana:

KomponenNilai
Harga barangRp1.430.000 untuk 10 unit (Rp143.000/unit)
Ongkos kirimRp90.000
Biaya per unit(Rp1.430.000 + Rp90.000) ÷ 10 = Rp152.000

Selisih Rp9.000 per unit terlihat kecil, tetapi pada 10 unit itu Rp90.000 — dan itulah margin yang sering dipakai untuk menutup biaya lain.

2. Perhitungkan susut dan rusak

Susut bukan hanya barang pecah. Untuk produk yang disimpan lama, susut bisa berarti:

Cara praktis: tetapkan asumsi susut (misalnya 2%) sebagai angka tetap, lalu masukkan ke perhitungan unit. Bila dari 100 unit biasanya 2 unit tidak bisa dijual, maka biaya 98 unit harus dibebankan ke 100 unit.

3. Hitung biaya uang yang tertahan

Membeli 100 unit sekaligus memang memberi harga per unit paling rendah. Tetapi jika 60 unit baru terjual dalam dua bulan, uang Anda “bekerja” sebagai stok, bukan sebagai penjualan. Pertanyaan yang perlu dijawab: apakah selisih harga dari tier tertinggi lebih besar daripada nilai uang yang tertahan?

Aturan sederhana: naik tier hanya jika kenaikan jumlah yang dibeli bisa terjual dalam waktu yang wajar — dan sisanya masih cukup untuk dibelanjakan kebutuhan lain.

4. Tuliskan rumusnya, pakai berulang

Buat satu baris perhitungan yang selalu Anda pakai:

Harga pokok per unit = (harga barang + ongkir + biaya penanganan) ÷ jumlah unit layak jual

Dengan begitu, setiap penawaran dari supplier bisa dibandingkan apel-ke-apel: mana yang benar-benar lebih murah setelah semua biaya, bukan yang paling menarik di halaman katalog.

Ringkasnya: harga faktur hanya titik awal. Tambahkan ongkir per unit, sisihkan asumsi susut, dan sadari biaya uang yang tertahan di stok. Setelah itu barulah bandingkan penawaran antar supplier.

← Kembali ke daftar artikel