Harga & margin
Cara menghitung harga pokok saat belanja grosir
Banyak pembeli grosir menganggap harga di faktur sebagai modal. Padahal biaya sebenarnya muncul setelah itu: ongkos kirim yang harus dibagi per unit, barang yang susut, dan uang yang tertahan di stok. Kalau tiga hal ini tidak dihitung, margin yang kelihatan 20% bisa habis tanpa disadari.
1. Mulai dari harga per unit, bukan harga total
Harga total pesanan mudah membuat kita merasa “beli banyak jadi murah”. Yang menentukan untung adalah harga per unit setelah semua biaya. Contoh sederhana:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Harga barang | Rp1.430.000 untuk 10 unit (Rp143.000/unit) |
| Ongkos kirim | Rp90.000 |
| Biaya per unit | (Rp1.430.000 + Rp90.000) ÷ 10 = Rp152.000 |
Selisih Rp9.000 per unit terlihat kecil, tetapi pada 10 unit itu Rp90.000 — dan itulah margin yang sering dipakai untuk menutup biaya lain.
2. Perhitungkan susut dan rusak
Susut bukan hanya barang pecah. Untuk produk yang disimpan lama, susut bisa berarti:
- kemasan penyok atau label rusak yang menurunkan harga jual,
- kadaluarsa pada produk makanan dan minuman,
- kehilangan kecil saat pengepakan ulang untuk dijual satuan.
Cara praktis: tetapkan asumsi susut (misalnya 2%) sebagai angka tetap, lalu masukkan ke perhitungan unit. Bila dari 100 unit biasanya 2 unit tidak bisa dijual, maka biaya 98 unit harus dibebankan ke 100 unit.
3. Hitung biaya uang yang tertahan
Membeli 100 unit sekaligus memang memberi harga per unit paling rendah. Tetapi jika 60 unit baru terjual dalam dua bulan, uang Anda “bekerja” sebagai stok, bukan sebagai penjualan. Pertanyaan yang perlu dijawab: apakah selisih harga dari tier tertinggi lebih besar daripada nilai uang yang tertahan?
Aturan sederhana: naik tier hanya jika kenaikan jumlah yang dibeli bisa terjual dalam waktu yang wajar — dan sisanya masih cukup untuk dibelanjakan kebutuhan lain.
4. Tuliskan rumusnya, pakai berulang
Buat satu baris perhitungan yang selalu Anda pakai:
Harga pokok per unit = (harga barang + ongkir + biaya penanganan) ÷ jumlah unit layak jual
Dengan begitu, setiap penawaran dari supplier bisa dibandingkan apel-ke-apel: mana yang benar-benar lebih murah setelah semua biaya, bukan yang paling menarik di halaman katalog.