Supplier
Memilih supplier grosir: 7 hal yang perlu dicek
Ongkos termurah jarang menjadi alasan utama usaha bertahan. Yang membuat usaha berjalan lancar adalah pasokan yang bisa diandalkan: barangnya ada saat Anda butuh, datang sesuai waktu, dan dokumennya rapi. Sebelum mempercayakan pasokan rutin, cek tujuh hal berikut.
1. Konsistensi stok
Tanyakan: apakah barang yang sama tersedia bulan depan? Supplier yang sering kehabisan stok memaksa Anda berpindah sumber, dan itu berarti harga, kemasan, serta kualitas bisa berubah.
2. Ketepatan waktu kirim
Minta gambaran lama pengiriman dan area yang dilayani. Lalu catat waktu kirim nyata pada pesanan pertama — bukan janjinya, tetapi realisasinya.
3. Kejelasan harga bertingkat
Harga per unit di setiap tingkatan harus jelas, termasuk apakah sudah termasuk ongkos kirim dan berapa lama penawaran berlaku.
4. Dokumen dan legalitas
Untuk pembelian perusahaan, tanyakan jenis dokumen yang bisa diterbitkan: faktur, surat jalan, atau dokumen pendukung lain. Kejelasan dokumen menghindari masalah administrasi di kemudian hari.
5. Kebijakan barang tidak sesuai
Barang rusak atau tidak sesuai pasti pernah terjadi. Yang membedakan supplier baik adalah prosedurnya: bagaimana melapor, batas waktu, dan bentuk penyelesaiannya.
6. Kualitas kemasan
Kemasan menentukan tingkat susut. Untuk barang yang mudah penyok atau pecah, perhatikan bagaimana supplier mengemas dan apakah barang tiba dalam kondisi utuh.
7. Respons komunikasi
Coba ajukan satu pertanyaan teknis sebelum memesan. Kecepatan dan kejelasan jawaban biasanya menggambarkan bagaimana komunikasi berjalan ketika ada masalah nanti.
Cara mengujinya pertama kali
- Pesan jumlah kecil lebih dulu — cukup untuk mengukur waktu kirim dan kualitas kemasan.
- Catat tanggal pesan, tanggal kirim, dan jumlah yang benar-benar diterima.
- Baru setelah dua sampai tiga pesanan lancar, pertimbangkan volume lebih besar.