SuperGrosir.com
← Semua artikel

Tier harga

Membaca tier harga: kenapa harga per unit turun

24 September 2026 · SuperGrosir

Saat melihat daftar harga bertingkat, reaksi pertama biasanya: “ambil yang paling banyak, lebih murah per unit.” Secara angka benar — tetapi keputusan yang tepat belum tentu di tier terbesar. Ada tiga hal yang perlu dibaca sebelum memilih.

Kenapa harga per unit bisa turun

Penurunan harga bukan hadiah. Ada biaya yang sifatnya tetap untuk setiap transaksi — penanganan pesanan, pengepakan, pengiriman, administrasi. Ketika jumlah unit bertambah, biaya tetap itu dibagi ke lebih banyak unit, sehingga harga per unit yang wajar menjadi lebih rendah. Di samping itu, supplier juga mendapat keuntungan dari pesanan besar: perputaran lebih cepat dan sisa stok lebih sedikit.

Contoh perhitungan (ilustrasi)

Perhatikan bahwa selisih harga per unit selalu lebih kecil dari yang terlihat, karena yang berubah hanya komponen tetapnya.

JumlahHarga/unitTotalSelisih vs tier sebelumnya
1–5 unitRp150.000mis. 5 × Rp150.000 = Rp750.000—
6–24 unitRp143.000mis. 10 × Rp143.000 = Rp1.430.000hemat Rp7.000/unit
25–99 unitRp137.000mis. 30 × Rp137.000 = Rp4.110.000hemat Rp6.000/unit
100+ unitpenawaransesuai kesepakatantergantung volume

Angka di atas adalah ilustrasi model harga, bukan harga pasar aktual.

Tiga pertanyaan sebelum naik tier

Aturan praktis: naik tier hanya jika tambahan unit bisa terjual dalam waktu yang wajar — dan setelah membeli, Anda masih punya modal untuk kebutuhan lain.

Cara membandingkan penawaran dengan adil

Bandingkan pada titik yang sama: harga per unit setelah ongkos kirim dan biaya penanganan, dengan asumsi susut yang sama. Jangan membandingkan harga tier besar dari satu supplier dengan harga tier kecil dari supplier lain — itu bukan perbandingan.

Ringkasnya: tier harga menguntungkan ketika volume tambahan benar-benar bisa Anda jual, dan ketika uang yang dipakai untuk membelinya bukan uang yang Anda butuhkan untuk hal lain.

← Kembali ke daftar artikel