SuperGrosir.com
← Semua artikel

Operasional

Kapan waktu paling tepat untuk restock?

24 September 2026 · SuperGrosir

Ada dua cara kehilangan uang dalam berjualan: barang habis saat ada pembeli, atau barang menumpuk sampai uang tidak bisa diputar. Keduanya berakar pada satu hal — keputusan restock yang tidak punya patokan.

Mulai dari satu angka: pemakaian harian

Sebelum menentukan jadwal, ukur berapa unit yang benar-benar keluar per hari (atau per minggu) untuk tiap produk. Cukup catat penjualan 2–4 minggu; polanya biasanya sudah terlihat.

Dari angka itu, hitung dua batas:

Contoh: produk terjual 6 unit/hari, supplier butuh 3 hari mengirim, ditambah 1 hari cadangan. Maka pesanan ulang dilakukan ketika stok tersisa sekitar 24 unit.

Tiga pola yang lazim dipakai

1. Pola mingguan (untuk produk cepat habis)

Cocok untuk FMCG dan barang yang perputarannya tinggi. Pesanan tetap setiap minggu membuat stok lebih mudah diprediksi, dan Anda tidak perlu menyimpan banyak.

2. Pola bulanan (untuk kebutuhan tetap)

Cocok untuk kebutuhan kantor dan barang yang pemakaiannya stabil. Keuntungannya: satu kali pesan, satu kali biaya kirim, dan penagihan lebih rapi.

3. Pola campuran (paling realistis untuk toko kecil)

Produk cepat habis dipesan mingguan; sisanya bulanan. Pada pola ini, yang penting adalah disiplin mencatat sisa stok di akhir pekan — bukan menunggu rak kosong.

Dua kesalahan yang paling sering terjadi

Ringkasnya: ukur pemakaian harian → tentukan batas pesan ulang → pilih satu pola (mingguan, bulanan, atau campuran) → catat. Tiga kebiasaan itu biasanya cukup untuk menjaga stok tetap jalan tanpa menahan uang terlalu banyak.

← Kembali ke daftar artikel